Wisatawan tidak bisa melepaskan diri dari daya tarik bekas ibu kota kerajaan Jepang sejak 794 hingga 1869 ini, karena kuil dan geisha-geishanya yang masih autentik. "Banyak wisatawan barat seperti Amerika Serikat dan Kanada gemar berwisata ke kota antik seperti Kyoto," tutur Mamoru Kobori dari Japan National Tourism Organization.
Kyoto nyaris menjadi target serangan bom atom pada akhir Perang Dunia II, namun dicegah oleh Menteri Perang Amerika Serikat, Henry L Stimson, yang memiliki kenangan indah saat berbulan madu di kota ini.
Selama beberapa tahun, wisatawan mengunjungi Kyoto untuk tinggal di penginapan dan rumah teh antiknya, namun kini, Anda harus menjelajahi sisi lain dari kota ini. Para pengusaha telah mengubah beberapa rumah teh dan rumah geisha menjadi penginapan yang menyediakan makanan modern seperti pizza dan pasta, namun tetap dengan suasana autentik Jepang.
| |
No comments:
Post a Comment